CAPITAL INTELLIGENCE: Spiritual Intelligence

December 7, 2010

Tulisan saya kali ini mengambil topik mengenai kecerdasan, lebih tepatnya kecerdasaan spiritual. Sebelum membahas lebih dalam lagi, kita harus tahu apa itu kecerdasaan spiritual?

Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. SQ tidak bergantung pada budaya atau nilai. Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri.

Perbedaan Otak IQ, EQ dan SQ

Kecerdasaan manusia dbagi menjadi 3, yaitu:

Otak IQ dasar kerjanya adalah berfikir seri, linear, logis dan tidak melibatkan perasaan.

  • Keunggulan: dapat berfikir secara akurat, tepat dan dapat dipercaya.
  • Kelemahannya: hanya bekerja dalam batas-batas yang ditentukan, dan menjadi tidak berguna jika seseorang ingin menggali wawasan baru atau berurusan dengan hal-hal yang terduga.

Otak EQ cara kerjanya berfikir asosiatif. Jenis pemikiran ini membantu seseorang menciptakan asosiasi antarhal, misalnya antara lapar dan nasi, antara rumah dan kenyamanan. Pada intinya pemikiran ini mencoba membuat asosiasi antara satu emosi dan yang lain, emosi dan gejala tubuh, emosi dan lingkungan sekitar.

  • Kelebihan: cara berfikir asosiatif. Dapat berinteraksi dengan pengalaman dan dapat terus berkembang melalui pengalaman atau eksperimen yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
  • Kelemahan: variasinya sangat individual dan tidak ada dua orang yang memiliki kehidupan emosional yang sama. Hal ini tampak dari pernyataan “saya dapat mengenali emosi anda, saya dapat berempati terhadapnya, tetapi saya tidak dapat memiliki emosi anda”.

Sedangkan otak SQ cara kerjanya berfikir unitif. Yaitu kemampuan untuk menangkap seluruh konteks yang mengaitkan antar unsur yang terlibat. Kemampuan untuk menangkap suatu situasi dan melakukan reaksi terhadapnya, menciptakan pola dan aturan baru.  Kemampuan ini merupakan ciri utama kesadaran, yaitu kemampuan untuk mengalami dan menggunakan pengalaman tentang makna dan nilai yang lebih tinggi.

Cara meningkatkan kecerdasan spiritual :

  • Seringlah melakukan perenungan (kontemplasi) mengenai diri sendiri, kaitan hubungan dengan orang lain, serta peristiwa yang dihadapi. Hal ini untuk memahami makna atau nilai dari setiap kejadian dalam kehidupan.
  • Kenali tujuan hidup, tanggung jawab, dan kewajiban dalam hidup kita. Jika segalanya mudah,lancar dan membahagiakan, berarti destiny (tujuan hidup) cocok. Sebaliknya, bila banyak rintangan dan kegagalan, berarti tidak cocok.
  • Tumbuhkan kepedulian, kasih sayang, dan kedamaian.
  • Pekakan diri terhadap bisikan, inspirasi, dan intuisi. Inilah proses channelling dengan Tuhan. Datangnya sering simbolik, terkadang tidak linear.
  • Ambil hikmah dari segala perubahan di dalam kehidupan (termasuk penderitaan) sebagai jalan untuk peningkatan mutu kehidupan kita.
  • Kembangkan tim kerja dan kemitraan, yang saling asah-asih-asuh.
  • Belajar melayani dan rendah hati.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat 🙂

Referensi:

http://www.untag-sby.ac.id/?mod=berita&id=33

http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2010/06/16/meningkatkan-iq-eq-dan-sq/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: